Kabar-syiar.com,- Kawasan konservasi penyu di Desa Pekik Nyaring, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, menjadi salah satu upaya pelestarian satwa laut melalui penyelamatan telur, penetasan, hingga pelepasliaran tukik ke habitat alaminya.

Beberapa jenis penyu yang ada di kawasan ini antara lain penyu sisik, penyu hijau, penyu lekang, dan penyu belimbing. Keberadaannya juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, mahasiswa, dan wisatawan tentang pentingnya menjaga ekosistem laut.

Telur penyu yang ditemukan dipindahkan ke lokasi penetasan dan dikubur menyerupai sarang alami. Pengelola memantau suhu dan kelembapan pasir selama proses penetasan yang berlangsung sekitar 60 hari.

Pengelola konservasi, Zulkarnain, mengatakan kawasan tersebut memberikan dampak positif bagi desa. “Kawasan yang dulunya merupakan lokasi pengambilan pasir kini menjadi tujuan kunjungan masyarakat, mahasiswa, hingga wisatawan mancanegara untuk belajar mengenai pelestarian penyu dan ekosistem pesisir,” ujarnya, Sabtu (24/10/2026).

Kepala Desa Pekik Nyaring, Noval, turut menyatakan dukungannya terhadap pelestarian penyu dan pengembangan wisata edukasi. “Kami dari Pemerintah Desa tentu mendukung penuh kegiatan konservasi penyu di Desa Pekik Nyaring. Jika ada kebutuhan yang harus diajukan melalui proposal, pemerintah desa siap memfasilitasi dan membantu prosesnya,” ungkapnya.

Melalui kerja sama pengelola, masyarakat, dan pemerintah desa, konservasi penyu ini diharapkan terus berkembang sebagai upaya pelestarian satwa sekaligus sarana edukasi lingkungan dan wisata berbasis konservasi. (Nida, dkk)

By Kabar - syiar.com

Kabar-syiar.com adalah media informasi online dengan pendekatan nilai-nilai dakwah, yang di kelola langsung oleh mahasiswa KPI sebagai wadah untuk belajar dan mengasah skil dalam Jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *