Kabar-syiar.com,- Kabupaten Rejang Lebong kembali mengukuhkan diri sebagai destinasi wisata alam unggulan di Provinsi Bengkulu. Salah satu objek wisata yang kini tengah menjadi primadona adalah Bukit Basah yang terletak di Desa Dusun Sawah, Kecamatan Curup Utara. Destinasi ini menawarkan kemewahan alam yang sulit ditemukan di tempat lain, menjadikannya pilihan utama bagi para pemburu keindahan pagi.
Hanya berjarak singkat dari pusat Kota Curup, Bukit Basah menyuguhkan lanskap hijau yang memanjakan mata. Namun, daya tarik sesungguhnya baru dimulai saat fajar menyingsing, ketika alam menunjukkan sisi terbaiknya.
Fenomena “Negeri di Atas Awan” menjadi sajian utama di Bukit Basah. Sejauh mata memandang, lembah-lembah di bawah bukit tertutup oleh kabut putih tebal yang menyerupai ombak lautan, menciptakan suasana yang tenang dan magis.
Seorang pengunjung mengungkapkan kekagumannya terhadap potensi wisata di Desa Dusun Sawah ini. Menurutnya, pengalaman berkunjung ke Bukit Basah memberikan kepuasan tersendiri yang lengkap bagi pecinta alam. “Wisata alam Bukit Basah ini cukup bagus untuk dikunjungi dengan pemandangan yang sangat indah. Yang pertama, kita bisa melihat lautan awan yang sangat luas. Selain lautan awan, kami juga mendapatkan momen sunrise yang timbul saat pagi hari,” ujar Deni,seorang pemuda asal bengkulu yang hobi mendaki dan berswafoto (14/5/26).
Momen matahari terbit sunrise yang muncul perlahan di balik cakrawala memberikan gradasi warna keemasan yang menembus gumpalan awan, menciptakan latar belakang foto yang sangat estetikSelain keindahan visualnya, akses yang relatif mudah dan udara yang sangat sejuk membuat Bukit Basah sering dikunjungi oleh berbagai kalangan, mulai dari pendaki pemula, komunitas fotografer, hingga keluarga yang ingin menikmati suasana segar di akhir pekan.
Banyaknya wisatawan yang mengunggah keindahan Bukit Basah ke media sosial membuat tempat ini semakin populer. Warga setempat dan pengelola pun terus berupaya menjaga keasrian lokasi agar para pengunjung tetap nyaman saat menikmati fenomena alam tersebut. “Setiap akhir pekan atau hari libur, subuh-subuh warung sudah ramai sama anak muda yang mau naik. Biasanya mereka mampir dulu untuk sekadar minum kopi atau teh supaya badan hangat sebelum ke puncak. Saya selalu pesan ke mereka pelan-pelan jalannya dan yang paling penting sampahnya dibawa turun lagi. Sebagai warga sini, saya senang karena desa jadi ramai, tapi kami juga ingin bukit ini tetap bersih supaya awannya tetap cantik dilihat setiap pagi,” tutur wani penjaga basecamp.
Bagi Anda yang ingin merasakan pengalaman serupa, sangat disarankan untuk tiba di lokasi sebelum pukul 05.30 WIB. Hal ini bertujuan agar pengunjung tidak melewatkan detik-detik munculnya matahari serta puncak dari fenomena lautan awan yang biasanya mulai memudar seiring meningginya matahari.
Dengan kombinasi lautan awan yang dramatis dan matahari terbit yang mempesona, Bukit Basah di Desa Dusun Sawah membuktikan bahwa keindahan alam Rejang Lebong adalah aset wisata yang tidak ternilai harganya. (Indri, Tim KS)