Kabar-syiar.com,- Warga yang tinggal di tepian Sungai Tanjung Agung masih dihantui ancaman banjir setiap kali hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Luapan air sungai kerap menyebabkan genangan naik dengan cepat hingga ke kolong rumah warga. Pada kondisi tertentu, air bahkan masuk ke dalam rumah dan merendam sebagian barang milik warga.

Banjir disebut sering terjadi ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama. Kondisi bantaran sungai yang berada lebih rendah dari permukaan jalan membuat air lebih mudah meluap ke permukiman warga. Rumah-rumah yang berada dekat aliran sungai menjadi wilayah yang paling terdampak saat debit air meningkat drastis.

Warga mengaku harus selalu bersiaga ketika cuaca mulai mendung, terutama pada malam hari. Sebagian warga memilih memindahkan barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi untuk mengantisipasi air masuk ke rumah. “Kalau hujan deras air sungai cepat naik. Kadang air masuk sampai ke dalam rumah, jadi kami harus siap-siap dari awal supaya barang tidak ikut terendam,” ujar Deni warga yang tinggal di tepian Sungai Tanjung Agung.

Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, banjir yang terus berulang juga menimbulkan kekhawatiran bagi warga. Mereka takut kondisi rumah mengalami kerusakan akibat genangan air yang terjadi hampir setiap musim hujan.

Pihak pemerintah setempat mengaku telah menerima laporan dan keluhan dari warga terkait kondisi banjir di kawasan tersebut. “Yaa kalau hujan semalaman gitu, langsung naik se jendela kamar. Memang dengan adanya proyek pengendali banjir itu cukup bisa mereda, kayak dia memang cepat naik air ke rumah namun juga cepat untuk surut. Ya kami harap pemerintah dapat mengatasi secara total agar tidak lagi wawas kami kalau hujan dalam waktu lama,” ujar Heni, warga lainnya.

Harap pemerintah akan melakukan koordinasi untuk mencari langkah penanganan agar risiko banjir dapat benar-benar mencari solusi yang terbaik untuk mengatasi banjir. (Fajar, Tim KS)

By Kabar - syiar.com

Kabar-syiar.com adalah media informasi online dengan pendekatan nilai-nilai dakwah, yang di kelola langsung oleh mahasiswa KPI sebagai wadah untuk belajar dan mengasah skil dalam Jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *