Kabar-syiar.com,- Kuliner kekinian Potato Cheese Bread yang berada di depan Sport Center Bengkulu kini ramai diburu masyarakat, khususnya kalangan remaja dan mahasiswa. Makanan berbahan dasar kentang dan ubi dengan berbagai topping itu menjadi salah satu jajanan favorit karena memiliki rasa unik yang mirip pizza khas Korea.

Stan kuliner tersebut mulai buka sejak pukul 11.00 WIB hingga 20.00 WIB. Namun, waktu paling ramai pengunjung biasanya terjadi pada pukul 17.30 WIB hingga 18.00 WIB saat masyarakat mulai memadati kawasan Pantai Panjang dan sekitarnya.

Penjual Potato Cheese Bread, Rizal, mengaku sudah berjualan sejak satu tahun lalu. Ide usaha tersebut muncul karena terinspirasi dari makanan khas Korea yang sedang populer di media sosial. “Awalnya karena suka lihat makanan Korea-Koreaan yang viral, akhirnya coba jual Potato Cheese Bread ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, harga yang ditawarkan berkisar Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per porsi, tergantung varian dan topping yang dipilih pembeli. Dalam sehari, penjual mengaku bisa menjual sekitar 50 porsi.

Menurutnya, sebagian besar pembeli berasal dari kalangan remaja dan mahasiswa. Penjualan juga meningkat sejak kuliner tersebut mulai ramai dibahas di TikTok dan media sosial lainnya.

Salah seorang pembeli, Lala (19), mengaku mengetahui kuliner tersebut dari TikTok. Ia tertarik mencoba karena bentuk dan tampilannya yang unik. “Karena unik aja sih, udah mirip pizza. Rasanya enak, ada mozzarella di dalamnya, renyah juga, terus variannya lumayan banyak,” katanya.

Ia juga menilai harga yang ditawarkan cukup terjangkau untuk kalangan anak muda. “Kalau untuk harga cukup pas, sekitar Rp20 ribu sudah dapat makanan seperti ini,” tambahnya.

Selain varian potato, penjual juga menyediakan varian ubi dengan berbagai pilihan topping yang menarik perhatian pembeli. Karena belum banyak dijual di Bengkulu, kuliner ini pun menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin mencoba jajanan baru. (Aditya, tim KS)

By Kabar - syiar.com

Kabar-syiar.com adalah media informasi online dengan pendekatan nilai-nilai dakwah, yang di kelola langsung oleh mahasiswa KPI sebagai wadah untuk belajar dan mengasah skil dalam Jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *