Kabar-syiar.com,- Tumpukan sampah di kawasan Panorama tidak hanya bisa dilihat sebagai kejadian biasa, melainkan sebagai isu serius yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Dalam perspektif saya, peristiwa ini perlu dipahami secara lebih luas, bukan hanya dari apa yang terlihat, tetapi juga dari sebab dan dampaknya.

Pertama, dari sisi lingkungan, penumpukan sampah menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara jumlah sampah yang dihasilkan dengan kemampuan sistem untuk mengelolanya. Sampah yang dibiarkan menumpuk di ruang terbuka akan mengalami pembusukan dan menghasilkan bau tidak sedap serta zat berbahaya. Hal ini dapat mencemari tanah, air, bahkan udara di sekitarnya. Jika kondisi ini terus berlanjut, kualitas lingkungan akan semakin menurun dan berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.
Kedua, dari sisi sosial, fenomena ini mencerminkan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan. Kebiasaan membuang sampah sembarangan atau tidak memilah sampah menunjukkan kurangnya tanggung jawab bersama terhadap lingkungan. Padahal, kebersihan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan kewajiban seluruh warga. Di sisi lain, keberadaan pemulung atau pengangkut sampah dalam situasi tersebut juga menggambarkan adanya ketimpangan sosial, di mana sebagian orang harus bergantung pada sampah untuk bertahan hidup.
Ketiga, dari sisi tata kelola, tumpukan sampah ini mengindikasikan bahwa sistem pengelolaan sampah belum berjalan optimal. Bisa jadi fasilitas tempat pembuangan sementara (TPS) tidak mencukupi, jadwal pengangkutan tidak teratur, atau kurangnya pengawasan dari pihak terkait. Ini menunjukkan perlunya perbaikan kebijakan, peningkatan fasilitas, serta penguatan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi.
Tumpukan sampah di Panorama seharusnya tidak hanya menggambarkan kondisi yang terjadi, tetapi juga memberikan kritik yang konstruktif. Masalah ini perlu ditangani secara bersama-sama melalui kesadaran masyarakat, peran aktif pemerintah, serta dukungan sistem yang baik. Jika tidak segera diatasi, persoalan sampah ini dapat berkembang menjadi krisis lingkungan yang lebih besar dan berdampak luas bagi kehidupan masyarakat. (Yeyen, Tim KS)