Kabar-syiar.com,- Fenomena geng motor yang kembali marak di Kota Bengkulu sudah bukan lagi sekadar kenakalan remaja biasa. Dalam beberapa bulan terakhir, masyarakat dibuat resah dengan aksi konvoi malam hari, tawuran, hingga penggunaan senjata tajam oleh kelompok remaja bermotor. Bahkan pihak kepolisian menyebut telah memetakan sedikitnya 13 kelompok geng motor yang tersebar di beberapa wilayah Kota Bengkulu.
Menurut saya, masalah geng motor tidak bisa hanya dipandang sebagai tindakan kriminal semata. Fenomena ini sebenarnya menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang kurang dalam lingkungan sosial remaja saat ini. Banyak pelaku yang masih berstatus pelajar dan berada di usia yang seharusnya digunakan untuk belajar maupun membangun masa depan. Namun kenyataannya, sebagian dari mereka justru mencari pengakuan lewat kekerasan di jalanan.
Media sosial juga ikut memperparah keadaan. Banyak remaja yang menganggap aksi konvoi, tawuran, atau membawa senjata tajam sebagai simbol keberanian dan solidaritas kelompok. Padahal tindakan tersebut justru membahayakan masyarakat. Kasus pembacokan terhadap remaja di Bengkulu beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa aksi geng motor bukan lagi candaan anak muda, melainkan ancaman nyata terhadap keamanan publik.
Di sisi lain, masyarakat sering kali hanya menyalahkan aparat keamanan ketika kejadian terjadi. Padahal persoalan ini membutuhkan keterlibatan semua pihak, terutama keluarga dan lingkungan sekitar. Orang tua memiliki peran penting dalam mengawasi pergaulan anak, khususnya pada malam hari. Sekolah juga tidak cukup hanya fokus pada nilai akademik, tetapi perlu memperhatikan pembinaan karakter dan lingkungan sosial siswa.
Saya menilai bahwa pendekatan hukum memang penting untuk memberikan efek jera, tetapi tindakan preventif jauh lebih dibutuhkan. Remaja yang terlibat geng motor seharusnya tidak hanya dihukum, melainkan juga dibina dan diarahkan ke kegiatan yang lebih positif seperti olahraga, komunitas kreatif, atau organisasi kepemudaan. Jika tidak, maka geng motor akan terus muncul dengan nama dan kelompok baru.
Bengkulu dikenal sebagai kota yang cukup tenang dan nyaman untuk masyarakatnya. Karena itu, maraknya geng motor seharusnya menjadi alarm bagi semua pihak agar tidak membiarkan budaya kekerasan tumbuh di kalangan remaja. Jangan sampai jalanan kota yang seharusnya menjadi ruang publik berubah menjadi tempat yang menakutkan bagi masyarakat sendiri. (Fajar, Tim KS)