Kabar-syiar.com,- Mega Mall Bengkulu yang dulunya menjadi salah satu pusat perbelanjaan paling ramai di kota ini kini tampak jauh berbeda. Lorong-lorong yang sepi, deretan kios yang tutup dengan rolling door terkunci, serta lantai yang lengang menjadi pemandangan sehari-hari di pusat perbelanjaan tersebut.

Kondisi ini terlihat jelas dari sejumlah sudut mall. Beberapa unit toko di lantai atas tampak kosong dan tidak berpenghuni. Sebagian ruangan bahkan dipenuhi tumpukan material bongkaran danbarang-barang sisa yang tidak terurus. Di sisi lain, wahana hiburan Funcity masih terlihat beroperasi meski pengunjung yang datang sangat sedikit.

Satu-satunya tenant besar yang masih bertahan dan tampak aktif beroperasi adalah Bioskop 21. Lobby bioskop dengan karpet bermotif, meja kasir berpendar kuning keemasan, dan layar promosi film masih menyambut calon penonton yang datang. Namun denyut hidup di sekitarnya tidak terasa sebagaimana biasanya.

Rosi, salah seorang pedagang yang masih setia berjualan di Mega Mall Bengkulu, mengakui kondisi mal yang kian sepi. Ia menuturkan bahwa pendapatannya kini sangat bergantung pada hari. “Kalau hari Sabtu dan Minggu, paling dapat sekitar satu juta. Tapi dari Senin sampai Jumat, paling sekitar lima ratus ribu,” ujarnya. Ia mengatakan meskipun kondisi mal sudah sepi, hal itu tidak begitu berpengaruh besar terhadap hasil jualannya karena ia sudah menyesuaikan diri sejak lama.

Meski demikian, Rosi tidak kehilangan harapan. Ia berharap Mega Mall Bengkulu bisa kembali seramai dulu, saat pengunjung dari berbagai penjuru kota datang untuk berbelanja, makan, menonton bioskop, atau sekadar menghabiskan waktu bersama keluarga. “Semoga mal ini bisa ramai lagi seperti dulu. Kalau ramai, semua pedagang juga ikut senang,” harapnya.

Kondisi Mega Mall Bengkulu mencerminkan tren yang terjadi di banyak pusat perbelanjaan konvensional di Indonesia, di mana persaingan dengan platform belanja daring serta perubahan perilaku konsumen menjadi tantangan besar bagi kelangsungan bisnis ritel fisik. Pengelola mal hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait langkah pembenahan yang akan dilakukan. (Nadia, Tim KS)

By Kabar - syiar.com

Kabar-syiar.com adalah media informasi online dengan pendekatan nilai-nilai dakwah, yang di kelola langsung oleh mahasiswa KPI sebagai wadah untuk belajar dan mengasah skil dalam Jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *