Kabar-syiar.com,- Kasus kekerasan dalam hubungan kembali muncul di Surabaya. Seorang wanita diduga mengalami penganiayaan oleh pasangannya yang mengakibatkan luka di bibirnya. Menurut keterangan dari keluarga, pelaku pulang ke rumah dalam kondisi mabuk dan sering melarang korban berkomunikasi dengan keluarganya.
Pada malam sebelum insiden tersebut, keluarga korban sempat melakukan panggilan video dan merasakan ada yang aneh dengan pola tingkah laku korban. Keesokan harinya, korban menghubungi keluarganya dengan keadaan bibir berdarah akibat diduga dipukul oleh pasangannya hingga mengenai behel yang dipakainya. Setelah peristiwa itu, korban segera mencari rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Menurut pandangan saya, insiden seperti ini menunjukkan bahwa kekerasan dalam hubungan masih menjadi isu yang serius. Banyak orang yang menganggap perilaku posesif dan mengontrol pasangan adalah hal yang normal, padahal itu dapat mengarah pada hubungan yang tidak sehat.
Melarang pasangan berinteraksi dengan keluarganya, bersikap kasar, hingga melakukan kekerasan fisik jelas bukan bentuk cinta. Perilaku tersebut justru dapat membuat korban merasa takut, tertekan, dan kehilangan rasa aman dalam hubungan mereka.
Saya beranggapan bahwa korban dari kekerasan dalam hubungan perlu mendapatkan dukungan dari keluarga dan orang-orang di sekitarnya agar berani mencari bantuan. Selain itu, masyarakat juga harus lebih peka dan tidak melihat kasus seperti ini sebagai masalah pribadi yang dapat diabaikan. (Fitriani, Tim KS)