Kabar-syiar.com,- Kemacetan lalu lintas kembali terjadi di kawasan Pasar Panorama, Kota Bengkulu, Rabu (13/05/26). Akibat sejumlah pedagang yang masih menggunakan bahu jalan untuk berjualan.

Kondisi tersebut membuat akses jalan menjadi sempit sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat harus berjalan perlahan saat melintas. Kepadatan kendaraan di kawasan tersebut diketahui sering terjadi setiap pagi dan sore hari ketika aktivitas pasar sedang ramai dipenuhi pembeli.

Berdasarkan pantauan di lokasi, deretan lapak pedagang terlihat memenuhi sisi jalan hingga memakan sebagian badan jalan. Beberapa pedagang bahkan menempatkan meja dagangan, payung, dan barang jualan terlalu dekat dengan jalur kendaraan. Aktivitas masyarakat yang ramai saat berbelanja membuat arus lalu lintas semakin padat dan sering mengalami kemacetan.

Kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga kendaraan pengangkut barang terlihat harus saling bergantian untuk melintas karena kondisi jalan yang menyempit. Tidak sedikit pengendara motor yang terpaksa mencari celah sempit agar dapat melewati antrean kendaraan yang cukup panjang.

Salah seorang pengendara, Yurida, mengaku kemacetan di kawasan Pasar Panorama sudah sering terjadi, terutama ketika pasar mulai ramai dipenuhi pembeli. “Kalau pagi dan sore memang sering macet karena pedagang jualan sampai ke badan jalan. Jadi kendaraan susah lewat, apalagi kalau mobil dan motor lewat bersamaan. Kadang kami harus menunggu cukup lama supaya bisa lewat,” ujarnya.

Warga sekitar, Widia, juga mengatakan kondisi seperti ini sebenarnya sudah pernah mendapat perhatian dari petugas terkait. Namun, setelah beberapa waktu, para pedagang kembali menggunakan bahu jalan untuk berjualan sehingga kemacetan kembali terjadi hampir setiap hari. “Iya, dulu pernah ada teguran dari Satpol PP supaya pedagang tidak memakai badan jalan untuk jualan. Waktu itu sempat tertib, tapi sekarang banyak yang mulai mengulang lagi sehingga jalan kembali sempit dan sering macet,” jelasnya.

Menurut warga, penertiban memang pernah dilakukan untuk mengurangi kemacetan di kawasan tersebut. Namun, kurangnya pengawasan membuat sebagian pedagang kembali menggunakan area pinggir jalan karena dianggap lebih strategis untuk menarik perhatian pembeli.

Sementara itu, seorang pedagang, Abdul Mutolib, mengaku memilih berjualan di pinggir jalan karena lebih mudah dijangkau masyarakat dibandingkan berjualan di dalam area pasar. Mereka berharap pemerintah dapat menyediakan tempat yang lebih tertata agar pedagang tetap bisa berjualan dengan nyaman tanpa mengganggu pengguna jalan. “Kalau dekat jalan, pembeli lebih mudah melihat dagangan kami. Tapi kami juga berharap ada tempat yang lebih tertata supaya pedagang tetap bisa jualan dan jalan tidak macet,” jelasnya.

Masyarakat berharap adanya penertiban dan pengawasan rutin dari pihak terkait agar aktivitas jual beli tetap berjalan tertib tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas di kawasan Pasar Panorama. Selain itu, warga juga meminta para pedagang memiliki kesadaran untuk tidak menggunakan badan jalan sebagai tempat berjualan demi kenyamanan dan keselamatan bersama. (Nova, Tim KS)

By Kabar - syiar.com

Kabar-syiar.com adalah media informasi online dengan pendekatan nilai-nilai dakwah, yang di kelola langsung oleh mahasiswa KPI sebagai wadah untuk belajar dan mengasah skil dalam Jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *