Kabar-syiar.com,- Asap tipis mengepul dari panci kuah yang terus mendidih di sebuah gerobak sederhana di sekitar kampus UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Aroma kaldu yang khas perlahan mengundang mahasiswa dan warga sekitar untuk singgah. Di tengah kondisi harga bahan pokok yang terus merangkak naik, Bakso Auratetap berdiri dengan satu keputusan yang tidak mudah: mempertahankan harga demi pelanggan.

Di balik gerobak itu, Bapak Risman dengan sigap melayani setiap pembeli yang datang. Senin (18/5/26), di sela aktivitasnya menyiapkan pesanan, ia membagikan cerita tentang perjuangan yang tidak banyak diketahui orang.

Usaha yang kini dikenal mahasiswa sekitar kampus itu ternyata tidak dibangun dengan jalan yang instan. Awalnya, Bapak Risman sempat berencana membuka usaha makanan lain. Namun, saran dari anak-anak kos dan mahasiswa di sekitar lokasi membuatnya mencoba menjual bakso. “Awalnya saya ingin jualan gorengan, tapi banyak yang bilang coba jual bakso saja. Akhirnya saya memberanikan diri untuk mencoba,” ujarnya.

Keputusan sederhana itu perlahan mengubah hidupnya. Dari satu mangkuk ke mangkuk lainnya, pelanggan mulai berdatangan. Dari hari ke hari, Bakso Aura semakin dikenal, bukan hanya karena rasanya, tetapi juga karena harganya yang tetap ramah di kantong mahasiswa.

Namun, mempertahankan usaha di tengah kenaikan harga bahan baku bukan perkara mudah. Harga daging, bumbu, gas, hingga kebutuhan lainnya terus meningkat. Keuntungan yang diperoleh pun semakin tipis.Meski begitu, Bapak Risman tetap memilih bertahan. “Untungnya memang tipis, karena semua bahan naik. Tapi saya tetap mencoba bertahan dengan harga sekarang,” katanya dengan nada tenang.

Bagi Bapak Risman, menjaga harga bukan hanya soal bisnis, tetapi juga soal menjaga kepercayaan pelanggan yang selama ini setia datang. Di tengah situasi ekonomi yang terus berubah, ia sadar keputusan itu tidak akan mudah dipertahankan selamanya. Namun selama masih bisa bertahan, ia ingin pelanggan tetap bisa menikmati semangkuk bakso hangat tanpa harus memikirkan harga yang terus berubah.

Di balik semangkuk bakso yang tersaji sederhana, ada cerita tentang kerja keras, keteguhan, dan perjuangan seorang pedagang kecil yang memilih bertahan ketika banyak hal di sekitarnya terus berubah. (Putri, Tim KS)

By Kabar - syiar.com

Kabar-syiar.com adalah media informasi online dengan pendekatan nilai-nilai dakwah, yang di kelola langsung oleh mahasiswa KPI sebagai wadah untuk belajar dan mengasah skil dalam Jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *