Kabar-syiar.com,- Balai Buntar merupakan gedung pertemuan serbaguna sekaligus kawasan ruang publik milik Pemerintah Provinsi Bengkulu yang terletak di Jalan Gedang, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu. Saat ini, Balai Buntar berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Selain menjadi tempat berbagai kegiatan dan pusat kuliner UMKM, kawasan ini juga dikenal sebagai lokasi favorit warga untuk berolahraga, terutama jogging pada pagi dan sore hari.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa masyarakat mulai memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan melalui olahraga. Setiap hari, banyak warga memanfaatkan area Balai Buntar untuk berjalan santai, berlari, ataupun sekadar beraktivitas fisik bersama keluarga dan teman. Suasana yang ramai dan terbuka menjadikan tempat ini nyaman sebagai ruang publik sekaligus sarana hiburan masyarakat.
Namun, di balik semangat olahraga tersebut, terdapat kebiasaan yang menurut saya cukup bertentangan dengan tujuan hidup sehat itu sendiri. Setelah selesai jogging atau berolahraga, sebagian besar pengunjung justru langsung membeli berbagai jajanan dan makanan yang tersedia di kawasan Balai Buntar. Padahal, aneka kuliner yang dijual umumnya mengandung kadar gula, lemak, dan minyak yang cukup tinggi. Akibatnya, kalori yang telah dibakar selama berolahraga menjadi tidak sebanding dengan asupan makanan yang dikonsumsi setelahnya.
Menurut saya, kondisi ini membuat olahraga yang dilakukan menjadi kurang efektif, terutama bagi mereka yang memiliki tujuan untuk menjaga berat badan atau mengurangi lemak tubuh. Misalnya, seseorang mungkin hanya membakar sedikit kalori saat jogging selama beberapa puluh menit, tetapi setelah itu ia mengonsumsi makanan dan minuman dengan jumlah kalori yang lebih besar. Hal tersebut justru dapat menyebabkan berat badan meningkat dan manfaat olahraga
menjadi berkurang.
Selain itu, fenomena ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat masih menganggap olahraga hanya sebagai kegiatan rutin atau tren semata, bukan bagian dari pola hidup sehat yang menyeluruh. Padahal, kesehatan tidak hanya ditentukan oleh aktivitas fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh pola makan yang baik dan seimbang. Olahraga akan memberikan hasil yang maksimal apabila diimbangi dengan pengaturan konsumsi makanan yang sehat.
Meskipun demikian, keberadaan Balai Buntar tetap memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Bengkulu. Kawasan ini berhasil menjadi ruang publik yang aktif, tempat masyarakat berkumpul, berolahraga, dan mendukung pertumbuhan UMKM lokal. Hanya saja, masyarakat perlu lebih bijak dalam memilih makanan setelah. berolahraga agar tujuan hidup sehat benar-benar tercapai.
Dengan demikian, olahraga di Balai Buntar seharusnya tidak hanya menjadi aktivitas untuk berkeringat atau mengikuti kebiasaan masyarakat, tetapi juga disertai kesadaran untuk menjaga pola makan. Sebab, olahraga tanpa diimbangi pola konsumsi yang sehat akan membuat manfaatnya menjadi kurang maksimal. (Mellyah, Tim KS)