Kabar-syiar.com,- Suasana di Jalan Prapto, Kota Bengkulu, kini tidak lagi seramai beberapa tahun lalu. Kawasan yang dulu dikenal sebagai pusat keramaian masyarakat itu perlahan berubah menjadi lebih lengang. Sejumlah ruko terlihat dijual, sementara beberapa lainnya beralih fungsi menjadi konter telepon genggam.

Kondisi tersebut mulai terasa sejak pandemi COVID-19 melanda. Aktivitas masyarakat yang menurun membuat banyak toko kehilangan pelanggan dan berdampak pada pendapatan para pedagang. “Sejak COVID kawasan ini seperti mati. Dulu orang ramai datang ke sini sampai sering macet, tapi sekarang sudah sepi. Orang yang singgah juga sudah jarang,” ujar Irwan, salah satu pedagang di Jalan Prapto, Selasa (6/5/2026).
Menurut Irwan, sepinya kawasan itu membuat banyak pelaku usaha kesulitan bertahan. Jalan Prapto yang dulu menjadi tempat orang berkumpul dan berbelanja kini hanya ramai pada waktu tertentu saja.
Ia mengatakan beberapa toko memilih tutup karena penjualan terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Tidak sedikit juga pemilik ruko yang akhirnya menjual tempat usahanya karena kondisi ekonomi yang belum kembali stabil.
Irwan berharap ada perhatian dari pemerintah untuk membantu menghidupkan kembali kawasan tersebut. Ia menilai program atau kegiatan yang melibatkan masyarakat bisa menjadi salah satu cara untuk menarik pengunjung datang kembali ke Jalan Prapto. “Harapannya semoga kawasan ini bisa hidup lagi seperti dulu. Mungkin ada perhatian atau program dari pemerintah supaya orang-orang kembali datang ke sini,” katanya. (Zazkia, Tim KS)