Kabar-syiar.com,- Suara alarm berbunyi pelan di kamar kos sederhana berukuran kecil itu. Dindingnya dipenuhi jadwal kuliah dan catatan tugas yang menumpuk. Pagi itu, Ada seorang anak kembali memulai harinya sebagai mahasiswa sekaligus anak pertama yang sedang berjuang jauh dari rumah.
Hidup sebagai anak kos bukan hal yang mudah bagi seorang anak rantau. Ia harus belajar mandiri, mengatur uang bulanan, mencuci pakaian sendiri, hingga menahan rasa rindu kepada keluarga.
Meski begitu, semua perjuangan itu ia jalani demi satu tujuan: membahagiakan ayah dan ibunya. “Saya tahu orang tua bekerja keras demi saya bisa kuliah, saya ingin membuktikan bahwah perjuangan mereka tidak sia sia,” Ujarnya Jumat (4/5/26).
Setiap kali merasa lelah, seorang gaids itu selalu teringat perjuangan kedua orang tuanya di kampung. Ayahnya bekerja dari pagi hingga sore, sedangkan ibunya tak pernah berhenti mendoakan anak-anaknya agar sukses dimasa depan.
Dari kamar kos sederhana itulah seorang gadis berjanji kepada dirinya sendiri untuk tidak menyia-nyiakan pengorbanan kedua orang tuanya. Untuk menambah uang kebutuhan sehari-hari, seorang gadis itu kadang menerima pekerjaan kecil secara online sambil tetap fokus kuliah.
Ia berusaha hidup hemat, bahkan sering menahan keinginan membeli barang yang sebenarnya ia inginkan dari lama. “kadang cape, apalagi saat tugas kuliah menumpuk dan uang kuliah mulai menipis. Tapi saya selalu ingat pesan ibuk untuk selalu kuat dan jangan mudah menyerah,” katanya sambil tersenyum kecil.
Di balik kehidupan anak kos yang terlihat bebas, ada banyak perjuangannya yang jarang diketahui orang lain. Ada rasa sepi dan saat sakit sendirian, rasa bingung ketika uang mulai menipis, dan rasa rindu yang hanya bisa ditahan lewat panggilan telepon singkat bersama keluarga.
Namun bagi seorang anak gadis itu, semua itu adalah bagian dari proses menuju masa depan yang lebih baik. Ia percaya bahwa kerja keras hari ini akan menjadi kebahagiaan untuk kedua orang tuanya nanti. Menjadi anak pertama membuat seorang gadis itu merasa memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar. Dia ingin menjadi contoh yang baik bagi adiknya sekaligus menjadi alasan kebanggaan bagi keluarganya.
Bagi seorang anak, membahagiakan kedua orang tua tidak selalu tentang memberi harta seperti uang atau hadiah mahal. Namun dengan kesungguhan dalam belajar, menjaga diri dengan baik di perantauan, dan terus berjuang tanpa menyerah sudah menjadi langkah pertama untuk membuat ayah dan ibunya bahagia. (Bunga, Tim KS)