Kabar-syiar.com,- Bika panggang menjadi salah satu jajanan tradisional yang masih dapat ditemui di Jalan Mangga Raya, Bengkulu. Kue yang memiliki ciri khas aroma daun waru ini telah dijual oleh pedagang setempat sejak tahun 2013 dan masih diminati oleh masyarakat hingga saat ini.

Dalam proses pembuatannya, bika panggang menggunakan bahan-bahan sederhana seperti kelapa, tepung beras, dan gula. Adonan tersebut kemudian dicampurkan dengan air hingga merata, lalu dipanggang dengan menggunakan daun waru sebagai alasnya.
Mega, menjelaskan bahwa bika panggang yang dijualnya memiliki ciri khas tersendiri karena dimasak secara tradisional menggunakan arang. “Proses pemanggangan biasanya memakan waktu sekitar 15 menit apabila api menyala dengan sempurna,” ujarnya saat diwawancarai wartawan KabarSyiar pada Sabtu, (7/3/2026).
Salah satu pembeli, Ridha mengatakan bahwa ia menyukai bika panggang karena rasanya yang enak dan aromanya yang harum saat dipanggang. “Aroma khas tersebut membuat bika panggang menjadi salah satu pilihan jajanan tradisional yang menarik untuk dinikmati,” ungkapnya.
Harapannya bika panggang dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas. Selain itu, ia juga berharap jajanan tradisional ini tetap diminati oleh masyarakat serta usahanya dapat terus bertahan dan berkembang di era sekarang ini. (Zazkia, dkk)