Kabar-syiar.com,– Pendap merupakan salah satu kuliner khas Bengkulu yang hingga kini masih digemari masyarakat. Makanan tradisional ini identik dengan cita rasa pedas dan gurih, serta banyak dijual di berbagai daerah di Kota Bengkulu, salah satunya di kawasan Tanjung Agung.

Pendap dikenal sebagai hidangan berbahan dasar ikan yang dibungkus dengan daun talas, kemudian dimasak bersama bumbu rempah khas dalam waktu yang cukup lama hingga menghasilkan cita rasa yang lezat.
Proses pembuatan pendap terbilang cukup panjang dan membutuhkan ketelatenan. Ikan yang telah dibumbui dibalut dengan parutan kelapa dan rempah-rempah, lalu dibungkus menggunakan daun talas sebelum direbus selama beberapa jam hingga bumbu meresap sempurna.
Fendi, salah satu penjual pendap di kawasan Tanjung Agung, mengaku telah berjualan selama 13 tahun. “Saya berjualan pendap mulai tahun 2013. Proses pembuatannya dimulai dari kelapa sebagai bahan utama, kemudian ditambah daun talas dan beberapa bumbu seperti cabai, kunyit, dan bawang. Setelah semuanya siap, baru dibungkus lalu direbus sekitar delapan jam,” ujarnya. saat di wawancarai wartawan KabarSyiar 12/04/26.
Rani, salah satu pembeli, mengaku cukup sering membeli pendap di kawasan Tanjung Agung. Ia menilai cita rasa pendap di daerah tersebut tetap mempertahankan keaslian rasanya.“Saya lumayan sering beli pendap di sini. Kalau lagi lewat Tanjung Agung pasti mampir. Pendap di sini rasanya autentik dan enak, keluarga saya juga suka,” ungkapnya.
Dengan cita rasa khas serta proses pengolahan yang masih mempertahankan cara tradisional, pendap diharapkan dapat terus dikenal dan diminati masyarakat. Selain menjadi kuliner favorit, pendap juga merupakan bagian dari identitas budaya Bengkulu yang perlu dijaga dan dilestarikan oleh generasi muda. (Mutia, dkk)