Kabar-syiar.com,- Sosial media yang ada saat ini bukan hanya menjadi platform untuk berbagi gambar maupun video, tetapi juga menimbulkan persepsi dalam diri pengguna terhadap dirinya sendiri. Setiap harinya, pengguna akan disuguhkan gambaran tentang wajah mulus bebas jerawat, badan ramping, kulit yang bersih dan cerah, serta gaya hidup yang selalu ideal. Perlahan-lahan, standar kecantikan tersebut dipandang sebagai idealisasi yang harus dipenuhi oleh semua orang. Alhasil, banyak remaja dan perempuan muda yang akhirnya merasa insecure karena merasa penampilannya belum memenuhi standar kecantikan yang ada di sosial media.

Menurut saya, standar cantik yang selalu dibuat di sosial media adalah salah satu faktor utama meningkatnya rasa insecure di kalangan generasi muda. Sosial media secara tidak sadar menekan penggunanya untuk selalu terlihat sempurna agar mendapatkan validasi dari orang lain.

Hal ini dapat dilihat dari perilaku pengguna sosial media yang suka membandingkan diri dengan para influencer, selebritas, atau content creator. Namun, banyak sekali yang tidak tahu bahwa beberapa gambar dan video tersebut sudah melalui proses editing, dan penggunaan filter.

Rasa insecure yang muncul bukan hanya memengaruhi kepercayaan diri, namun juga kesehatan mental. Banyak remaja merasa tidak nyaman dengan penampilan diri sendiri dan enggan memposting gambar tanpa pengeditan, bahkan merasa dirinya tidak cukup menarik. Tidak sedikit pula yang akhirnya rela mengeluarkan uang untuk berbagai kosmetik demi memenuhi standar tersebut.

Padahal, setiap orang unik—memiliki bentuk badan, warna kulit, dan rupa wajah yang berbeda. Cantik seharusnya tidak hanya dilihat dari standar fisik yang sempit. Karakteristik kepribadian dan sikap terhadap diri sendiri juga merupakan bagian dari kecantikan.

Dalam hal ini, tingkat kepercayaan diri tidak seharusnya didasarkan pada penilaian media sosial. Setiap orang memiliki keunikan dan nilai masing-masing yang tidak bisa disamakan dengan standar kecantikan di internet. Media sosial seharusnya menjadi tempat untuk mengekspresikan diri, bukan ruang yang membuat seseorang merasa kurang berharga hanya karena tidak terlihat “sempurna.” (Lisa)

By Kabar - syiar.com

Kabar-syiar.com adalah media informasi online dengan pendekatan nilai-nilai dakwah, yang di kelola langsung oleh mahasiswa KPI sebagai wadah untuk belajar dan mengasah skil dalam Jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *