Kabar-syiar.com,- Pada hari Kamis, 7 Mei 2026, saya menyempatkan diri melihat langsung kondisi TPA Air Sebakul. Jujur, rasanya miris sekali. Apa yang saya saksikan bukan lagi sekadar tempat pembuangan, tapi tumpukan sampah yang tingginya sudah sangat mengkhawatirkan. Bau menyengat dan pemandangan limbah yang menggunung itu jadi tamparan keras buat saya dan seharus nya buat kita semua warga Bengkulu khusus nya warga kota Bengkulu.

Menurut saya Bengkulu ini kota kecil yang cantiknya keterlaluan tapi sayangnya sampai sekarang kita belum bisa “menjual” dirinya dengan baik. Yang bikin saya heran, TPA Air Sebakul ini letaknya nggak jauh dari objek vital kita. dekat dengan Bandara Fatmawati Soekarno dan jalur Tol Bengkulu-Taba Penanjung. Ini kan ibarat ruang tamu kota kita. Masa sih kita yang ada di Bengkulu khususnya warga kota Bengkulu gak malu akan hal itu. Kita ingin orang ingat Bengkulu itu akan hal sejarahnya jangan ingat dengan tumpukan sampah yang ada di TPA Air sebakul.

Berdasarkan data tahun 2023-2024 dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu, timbulan sampah di Kota Bengkulu didominasi oleh sampah rumah tangga (domestik) dengan total volume mencapai lebih dari 180 ton per hari hingga mencapai kisaran 400 ton per hari. Secara sederhana, 400 ton itu setara dengan 100 truk sampah yang penuh sesak mengantre masuk ke sana setiap hari. Bayangkan, setiap matahari terbit, ada seratus truk tambahan yang menumpuk sampah di lahan yang nggak bertambah luas itu. Kalau cara kita membuang sampah masih asal-asalan, jangan heran kalau sebentar lagi TPA kita bakal “angkat tangan”.

Hal ini juga diperkuat data dari indonesiaasri, salah satu penyumbang sampah terbesar yaitu aktivitas rumah tangga. berdasarkan data sistem Informasi Pengelola Sampah Nasional (SIPSN) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang terdapat di Goodstats tahun 2025, ada 56,7%, sampah berasal dari aktivitas rumah tangga dan kemudian disusul 13,7% dari aktivitas pasar. (Shabrina, Tim KS)

By Kabar - syiar.com

Kabar-syiar.com adalah media informasi online dengan pendekatan nilai-nilai dakwah, yang di kelola langsung oleh mahasiswa KPI sebagai wadah untuk belajar dan mengasah skil dalam Jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *