Kabar-syiar.com,- Kerusakan jalan di kawasan Taba Lagan, Kabupaten Bengkulu Tengah, menurut saya bukan lagi persoalan kecil yang bisa dianggap biasa. Jalan yang dipenuhi lubang dan genangan air menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur di beberapa daerah masih belum benar-benar merata. Padahal, jalan merupakan akses utama masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, sekolah, hingga kegiatan ekonomi. Jika kondisi jalan rusak terus dibiarkan, maka masyarakatlah yang paling dirugikan.

Dari sudut pandang pemerintah, mungkin kerusakan jalan terjadi karena keterbatasan anggaran, cuaca, atau proses pembangunan yang dilakukan secara bertahap. Namun, alasan tersebut seharusnya tidak membuat masyarakat harus bertahun-tahun menghadapi jalan yang membahayakan keselamatan. Apalagi ketika hujan turun, kondisi jalan berubah seperti “kolam ikan” dan meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara.

Saya melihat persoalan ini juga menunjukkan pentingnya perhatian pemerintah terhadap daerah-daerah yang jauh dari pusat kota. Selama ini, pembangunan sering kali terlihat lebih fokus pada wilayah tertentu, sementara masih ada masyarakat yang harus melewati jalan rusak setiap hari. Padahal, infrastruktur yang baik bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga bentuk pelayanan dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat.

Media sosial saat ini menjadi tempat masyarakat menyampaikan keluhan mereka. Viral nya kondisi jalan di Taba Lagan membuktikan bahwa masyarakat ingin suaranya didengar. Menurut saya, pemerintah tidak seharusnya menunggu suatu persoalan viral terlebih dahulu baru mengambil tindakan. Perbaikan jalan seharusnya menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan banyak orang.

Sebagai mahasiswa, saya menilai bahwa pembangunan yang baik bukan hanya tentang proyek besar dan angka pertumbuhan, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung. Jalan yang layak adalah kebutuhan dasar masyarakat. Jangan sampai masyarakat terbiasa dengan kondisi jalan rusak hingga menganggapnya sebagai hal yang normal. (Mayang, Tim KS)

By Kabar - syiar.com

Kabar-syiar.com adalah media informasi online dengan pendekatan nilai-nilai dakwah, yang di kelola langsung oleh mahasiswa KPI sebagai wadah untuk belajar dan mengasah skil dalam Jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *