Kabar-syiar.com,- Nur Lela duduk di balik lapak kecilnya sambil menunggu pembeli datang. Di hadapannya, bawang merah, bawang putih, dan kentang tersusun sederhana. Sesekali ia merapikan dagangannya, lalu kembali memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang di pasar.

Di usianya yang sudah 80 tahun, Nur Lela masih tetap berjualan seperti biasa. Namun, kondisi pasar menurutnya sudah jauh berbeda dibanding dulu. Ia mengatakan pagi itu sempat ada pembeli yang datang. Setelah itu, suasana kembali lengang. (6/05/26) “Ada yang belanja tadi pagi, tapi sekarang sepi lagi,” ujarnya pelan.

Nur Lela bercerita, perubahan mulai terasa setelah adanya penataan pedagang di bagian depan pasar. Meski masih berada di kawasan yang sama dan hanya berbeda sisi, pembeli kini tidak lagi terpusat di satu titik seperti sebelumnya.

Kawasan baru itu sempat ramai dibicarakan di media sosial. Namun menurut Nur Lela, baik di lokasi lama maupun tempat yang baru, kondisi pasar tetap belum seramai dulu. “Sepinya gara-gara perpindahan yang di depan itu,” katanya.

Meski dagangannya tak selalu ramai pembeli, Nur Lela tetap memilih bertahan. Setiap hari ia masih datang ke pasar dengan harapan ada pembeli yang singgah di lapaknya. Bagi Nur Lela, pasar bukan sekadar tempat berjualan, tetapi juga bagian dari hidup yang sudah lama dijalaninya. (Zazkia)

By Kabar - syiar.com

Kabar-syiar.com adalah media informasi online dengan pendekatan nilai-nilai dakwah, yang di kelola langsung oleh mahasiswa KPI sebagai wadah untuk belajar dan mengasah skil dalam Jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *