Kabar-syiar.com,- Sore itu langit Bengkulu mulai berubah warna. Angin dari laut bertiup pelan, membawa aroma asin yang bercampur dengan bau jagung bakar dari pinggir jalan. Di Pantai Panjang, orangorang mulai berdatangan seperti punya janji yang sama dengan senja.

Ada yang datang bersama keluarga. Ada pasangan muda yang duduk diam memandangi laut. Ada juga anak-anak kecil yang berlarian tanpa alas kaki, tertawa setiap kali ombak menyentuh kaki mereka.

Pantai Panjang memang seperti ruang bersama bagi warga Bengkulu. Tempat sederhana yang selalu berhasil membuat orang ingin kembali.

Di bawah pohon cemara yang berjajar di tepi pantai, Hamdan (47) yang sibuk dengan mempersiapkan dagangannya. Ia bergerak cepat, seolah sudah hafal ritme ramainya sore di Pantai Panjang. “Kalau sudah jam empat lewat, mulai ramai,” katanya sambil tersenyum. “Kadang orang datang bukan untuk berenang, cuma mau lihat matahari tenggelam.”

Sudah hampir 15 tahun Hamdan berjualan di sana. Ia hafal betul bagaimana Pantai Panjang berubah dari waktu ke waktu. Menurutnya, pantai itu bukan cuma tempat wisata, tapi tempat orang-orang melepas lelah setelah seharian bekerja.

Tak jauh dari lapaknya, suara musik kecil terdengar dari sekelompok anak muda yang duduk di atas tikar. Mereka tertawa, saling bercerita, sesekali mengangkat ponsel untuk merekam langit sore yang perlahan berubah jingga.

Sementara di sisi lain, seorang ibu tampak sibuk meniup bara api untuk membakar jagung dagangannya.“Kalau akhir pekan lebih ramai lagi,” ujar Rina, pedagang makanan laut di kawasan pantai. “Kadang capek, tapi senang lihat pantai hidup begini.”

Pantai Panjang memang punya daya tarik yang sulit dijelaskan. Tidak mewah, tidak penuh gemerlap, tapi selalu terasa hangat. Orang datang bukan hanya karena pantainya, melainkan karena suasana yang terasa dekat.

Menjelang magrib, langit berubah semakin keemasan. Ombak datang pelan, memecah di bibir pantai. Beberapa orang mulai berkemas pulang, tapi sebagian lainnya masih memilih duduk diam menikmati sisa cahaya sore.

Di tengah ramainya suara kendaraan dan obrolan pengunjung, Pantai Panjang seolah mengingatkan satu hal sederhana: kadang kebahagiaan tidak harus jauh-jauh dicari.Cukup duduk di tepi laut, ditemani angin sore dan langit Bengkulu yang perlahan tenggelam bersama matahari. (Gilang, Tim KS)

By Kabar - syiar.com

Kabar-syiar.com adalah media informasi online dengan pendekatan nilai-nilai dakwah, yang di kelola langsung oleh mahasiswa KPI sebagai wadah untuk belajar dan mengasah skil dalam Jurnalistik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *